Tampilkan postingan dengan label Pelatihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelatihan. Tampilkan semua postingan

Pelatihan Tim Monitoring Desa

Pemantauan, Pengawasan dan Evaluasi
Seperti yang dijelaskan didalam PTO penjelasan 7 tentang bahwasanya Pemantauan adalah kegiatan pengumpulan informasi secara periodik untuk melihat kinerja semua pelaku program dan memastikan seluruh kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan serta sesuai dengan prinsip dan prosedur program
Pengawasan : kegiatan yang dilakukan untuk menjaga kualitas dan volume pelaksanaan kegiatan dan sebagai langkah antisipatif terhadap upaya penyimpangan dan penyelewengan
Evaluasi : adalah suatu kegiatan untuk menilai hasil pelaksanaan program yang telah dilakukan dan bagaimana dari realitas yang telah dilakukan.
hal ini dimaksudkan untuk membantu pelaku program (masyarakat, aparat pemerintah dan konsultan) mengetahui kemajuan dan perkembangan yang telah dicapai program
Berdasar kepada pengertian yang diatas bahwa PNPM Mandiri Perdesaan kecamatan Banyuputih telah melakukan kegiatan pelatihan Tim Monitoring Desa yang diselenggarakan pada hari Kamis 14 Juli 2011 ang bertempat di kantor UPK kecamatan Banyuputih

Pelatihan Tim Pengelola Pemeliharaan Prasarana


Hasil-hasil kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan yang berupa prasarana, Simpan Pinjam, Kegiatan bidang pendidikan dan kesehatan merupakan asset bagi masyarakat yang wajib dipelihara, dikembangkan dan dilestarikan. Sebagaimana sanksi yang ditentukan dari pemerintah, bahwa jika hasil kegiatan tidak dikelola dengan baik seperti tidak terpelihara atau bahkan tidak bermanfaat atau pengembalian macet, maka desa atau kecamatan tidak akan mendapat dan dari PNPM Mandiri Perdesaan tahun berikutnya (kutipan dari PTO tentang pemeliharaan program)
Untuk menjaga dan melestarikan hasil kegiatan PNPM MP kemaren hari selasa tanggal 21 Desember 2010 telah dilakukan Pelatihan Tim Pengelola Pemeliharaan Prasarana (TP3) dengan menghadirkan 3 orang anggota TP3 dari masing-masing desa se-kecamatan Banyuptih diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh ketua UPK kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Materi pelatihan TP3 oleh Bapak Pratama selaku FT kecamatan Banyuputih,
Bapak pratama menyampaikan bahwa pemeliharan wajib dilakukan karena pemeliharaan ini adalah bahasa lain rasa syukur, tidak hanya pada pembangunan fisik saja akan tetapi Simpan Pinjam juga kaitannya dengan pelestarian pengembalian pinjaman kepada UPK, kemudian bapak pratama menjelaskan tugas dan tanggung jawab sebagai TP3. Pada acara Pelatihan TP3 ini juga dibahas detail tentang kiat-kiat pemeliharaan dari masing-masing hasil kegiatan PNPM di Kecamatan Banyuputih mulai jadwal pemeliharaan proses inventarisasi sampai dengan perbaikan yang harus dilakukan. Juga membahas tentang rencana kegiatan pemeliharaan berikut dengan rencana pendapatan sumber dananya.   
Puncak dari acara pelatihan TP3 ini adalah dengan memberikan gambar Pembangunan TK dan Plengsengan kepada seluruh peserta dan peserta diharap dapat memberikan tanggapan terhadap gambar tersebut apakah yang perlu diinventarisasi dan kemungkinan yang akan diperbaiki dalam waktu dekat, dan menggolongkannya kepada masalah ringan, sedang atau berat sehingga TP3 dapat mengatur sedemikian rupa system pemeliharaannya nanti. Bapak pratama mengharap bahwa nantinya TP3 dapat melaporkan hasil kegiatannya ke kecamatan yang nanntinya akan menjadi tambahan nilai pada saat MAD prioritas tahun 2011.

Pelatihan Tim Pengelola Pemeliharaan Prasarana


Hasil-hasil kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan yang berupa prasarana, Simpan Pinjam, Kegiatan bidang pendidikan dan kesehatan merupakan asset bagi masyarakat yang wajib dipelihara, dikembangkan dan dilestarikan. Sebagaimana sanksi yang ditentukan dari pemerintah, bahwa jika hasil kegiatan tidak dikelola dengan baik seperti tidak terpelihara atau bahkan tidak bermanfaat atau pengembalian macet, maka desa atau kecamatan tidak akan mendapat dan dari PNPM Mandiri Perdesaan tahun berikutnya (kutipan dari PTO tentang pemeliharaan program)
Untuk menjaga dan melestarikan hasil kegiatan PNPM MP kemaren hari selasa tanggal 21 Desember 2010 telah dilakukan Pelatihan Tim Pengelola Pemeliharaan Prasarana (TP3) dengan menghadirkan 3 orang anggota TP3 dari masing-masing desa se-kecamatan Banyuptih diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh ketua UPK kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Materi pelatihan TP3 oleh Bapak Pratama selaku FT kecamatan Banyuputih,
Bapak pratama menyampaikan bahwa pemeliharan wajib dilakukan karena pemeliharaan ini adalah bahasa lain rasa syukur, tidak hanya pada pembangunan fisik saja akan tetapi Simpan Pinjam juga kaitannya dengan pelestarian pengembalian pinjaman kepada UPK, kemudian bapak pratama menjelaskan tugas dan tanggung jawab sebagai TP3. Pada acara Pelatihan TP3 ini juga dibahas detail tentang kiat-kiat pemeliharaan dari masing-masing hasil kegiatan PNPM di Kecamatan Banyuputih mulai jadwal pemeliharaan proses inventarisasi sampai dengan perbaikan yang harus dilakukan. Juga membahas tentang rencana kegiatan pemeliharaan berikut dengan rencana pendapatan sumber dananya.   
Puncak dari acara pelatihan TP3 ini adalah dengan memberikan gambar Pembangunan TK dan Plengsengan kepada seluruh peserta dan peserta diharap dapat memberikan tanggapan terhadap gambar tersebut apakah yang perlu diinventarisasi dan kemungkinan yang akan diperbaiki dalam waktu dekat, dan menggolongkannya kepada masalah ringan, sedang atau berat sehingga TP3 dapat mengatur sedemikian rupa system pemeliharaannya nanti. Bapak pratama mengharap bahwa nantinya TP3 dapat melaporkan hasil kegiatannya ke kecamatan yang nanntinya akan menjadi tambahan nilai pada saat MAD prioritas tahun 2011.

Pembinaan Kelompok



“Nyaris sempurna” adalah kata yang tepat untuk satu kegiatan yang dilakukan oleh UPK Banyuputih kemaren hari Sabtu tanggal 27 Nopember 2010 telah diselenggarakan Pembinaan kelompok SPP se-kecamatan Banyuputih dengan melibatkan 155 kelompok aktif dengan menghadirkan ketua dan bendahara kelompok yang terdiri dari kelompok SPP dari perguliran 2, perguliran 3, Perguliran 4, perguliran 6, program 2009 dan kelompok SPP program 2010.
Diawali dengan sambutan dari Bapak Abdul Wahid selaku Ketua BKAD menyampaikan bahwa pembinaan kelompok yang dilakukan pada saat ini adalah bertujuan untuk lebih menguatkan lagi kelembagaan kelompok SPP,  disamping itu agar terjalin hubungan yang erat antara kelompok dengan UPK. Sehingga komunikasi dapat berjalan baik dan kegiatan SPP ini dapat terus dilestarikan keberadaannya,
Sejatinya, acara pelatihan kelompok yang dilakukan pada saat ini lebih ditekankan kepada evaluasi dan sharing antar kelompok SPP se-kecamatan Banyuputih, dengan dimoderasi oleh Bapak febrie Guntur S, SS selaku FK Kecamatan Banyuputih mengajak kepada seluruh peserta untuk bertukar pengalaman tentang kondisi kelompok masing-masing, Ibu Lilis suryani ketua kelompok SPP Muslimat 1 Pandean dari desa Wonorejo menyampaikan bahwa “kelompok SPP Muslimat 1 Pandean tidak ada masalah ini dikarenakan seluruh pengurus kelompok solid dan benar-benar menyeleksi anggota yang benar-benar mempunyai usaha agar kelompok tidak menunggak”. Ibu Hj Miswati Ketua Kelompok Muslimat al-Ikhlas dari desa Sumberwaru juga menyampaikan bahwa “kelompok akan tetap solid jika kegiatanya jelas, baik arisan, PKK atau yang lainnya, kalau ada anggota yang nakal pada saat pinjam sebelumnya untuk yang akan datang jangan diikutkan lagi”, Ibu Nur Mufidah Ketua Kelompok Fatayat Sukorejo menyampaikan bahwa “adanya SPP ini sangat menguntungkan kepada masyarakat miskin utamanya bagi yang berada di Sumberejo karena sebagian besar pemanfaat SPPnya adalah berdagang kedalam pondok yang benar-benar digunakan untuk penambahan modal usaha”.
Tidak hanya itu ketua dan bendahara kelompok juga diajak berfikir untuk bagaimana cara yang efektif menyelesaikan permasalahan tunggakan yang semakin lama semakin besar yang justru akan merugikan kepada kelompok-kelompok yang sudah matang, ibu lilis mengusulkan “agar langsung disita saja barangnya sesuai yang dijaminkan di Surat Pernyataan Peminjam”, jangan dibiarkan hawatir ini akan menjadi contoh yang tidak baik manakala tidak ada tindakan yang tegas”, Ibu Hj. Miswati menyampaikan “melakukan penyitaan barang itu adalah jalan yang keras hal itu harus menjadi pertimbangan bagi kelompok jika anggota masih ada niatan baik untuk membayar tiidak usah dilakukan penyitaan barang, tapi kalu terpaksa bolehlah dilakukan hal semacam itu tapi tetap berdasarkan kesepakatan kelompok”,
Pada acara ini  juga memberikan doorprize kepada beberapa kelompok dengan kategori kelompok administrasi terbaik, kategori kelompok dengan angsuran terbaik (paling akhir tiga hari sebelum jatuh tempo) dan peserta teraktif. Disamping itu pada acara pelatihan Kelompok ini juga memberikan IPTW bagi yang mengangsur tidak lebih dari jatuh tempo atau maksimal tanggal jatuh tempo. Hal ini diharapkkan agar dapat mendorong kelompok untuk terus menjaga angsuran kepada UPK. Amin

Pelatihan Tim Penyusun RPJM-Desa

Upaya Pemerintah dalam hal Pembangunan di desa benar-benar telah ditabuh, hal ini dibuktikan dengan desakan dari pemerintah untuk segera melakukan Pelathan Tim Penyusun RPJM-Desa dalam rangka merancang pembangunan 5 tahun kedepan desa, Pembuatan RPJM-Desa bukanlah mutlak sepenuhnya gawe PNPM Mandiri Perdesaan akan  tetapi ini adalah sebagian Output dari hakikatnya tujuan PNPM Mandiri Perdesaan seperti yang tertuang dalam Petunjuk Teknis Operasional,  

Kemaren hari Rabu tanggal 10 November 2010 bertempat di kantor UPK Kecamatan Banyuputih telah diselenggarakan Pelatihan Tim Penyusun RPJM-Desa dengan menghadirkan Sekretaris Desa dan dua orang KPMD masing-masing desa Se-kecamatan Banyuputih. 
Banyak hal yang dibahas pada acara pelatihan ini. utamanya ditekankan kepada cara pengisian form  yang sudah ada, yang kemudian dilakukan praktek dengan cara berkelompok.
Kita berharap semoga yang menjadi tim penyusun RPJM-Desa ini dapat bekerja dengan baik sehingga apa yang dibutuhkan oleh masyarakat desa dapat tertampung didalamnya, paling tidak masyarakat masih bisa berharap.... amien    

Pelatihan Tim Monitoring 2010


1.      Acara dibuka oleh Ketua UPK dengan pembacaan Basmalah
2.      Kemudian Ketua UPK mempersilahkan kepada Bapak Pratama Selaku FT Kecamatan Banyuputih untuk Menyampaikan Materi Pelatihan Tim Monitoring.
3.      Mengawali presentasinya Bapak Pratama menyampaikan pengertian Pengawasan dan monitoring maksud dan tujuan adanya Tim Monitoring di PNPM Mandiri Perdesaan
  • Bapak Pratama juga Menjelaskan tentang pentingnya pengawasan, pemantauan dalam pelaksanaan kegiatan di PNPM Mandiri Perdesaan.
  • Pengawasan dilakukan dengan tujuan memudahkan dan membantu TPK dalam hal evaluasi pelaksanaan baik yang berupa penarikan dana dan pengadaan bahan dan material.
·         Menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawab sebagai Tim Monitoring
4.      Bapak Pratama juga menjelaskan tentang Tentang prinsip-Prinsip dalam pemantauan dan pengawasan. (obyektif dan professional, transparan, Partisipatif, akuntabel, berkesinambungan, berbasisi Indikator kinerja, akurat)
5.      Memabahas tentang form audit dan pemeriksaan
6.      Memaparkan tentang form-form yang harus diisi oleh tim Monitoring
7.      FT mengharapkan ada kerjasama yang baik antara Tim Monitoring dan Tim Pengelola Kegiatan, sehingga pembangunan yang diharapkan dapat terlaksanan dengan baik.
8.      Tidak hanya dilakukan Monitoring kepada TPK namun juga diadakan evaluasi dari hasil monitoring.
9.      Kemudian Pelatihan dilanjutkan dengan diberikan soal bagi masing-masing Tim Monitoring
10.  Soal pelatihan tim monitoring
“ Pada saat bertemulah dua orang sahabat lama, disuatu sisi dua sahabat berlainan karakter dan pekerjaannya, yang satunya adalah ulama terkenal di daerahnya dan satunya lagi adalah kepala kelompok perampok ” maka berjalan-jalanlah ke tempat biasa mereka melakukan aktivitasnya masing-masing.
Apakah kira-kira yang dapat anda simpulkan tentang mereka berdua ?
Dapatkah mereka berdua menjadi sebuah tim?
  • Dari Tim Monitoring Banyuputih : menyampaikan Kedua sahabat itu adalah dua karakter yang berbeda, dan tetp berbeda dalam hal prinsip. Akan tetapi mungkin demi kebaikan bersama mereka dapat menjadi tim yang baik
  • Dari Tim Monitoring Sumberejo : menyampaikan bahwa ulama dan perampok dapat menjadi tim tentang soal keamanan daerah setempat.
  • Dari Tim Monitoring Sumberanyar : Sahabat adalah merupakanb ikatan kekeluargaan yang didasari oleh rasa saling mengerti, saling memahami dan salaing menerima, terlepas dari apapun keberadaan mereka masin-masing, maka arti dari sahabat adalah sebuah hubungan yang mulia. Dengan begiru maka tidak akan ada kendala jika mereaka menjadi sebuah tim dan berjalan seirama. Dan kalau boleh diambil contoh tentang sejarah Raden Mahtum Ibrahim seorang ulama besar menjadi guru dari Raden Said yang saat itu masih menjadi perampok. Dan kemudian mampu membawa raden said menjadi orang yang lebih baik, yang sekarang dikenal dengan sunan kalijogo.
  • Dari Tim Monitoring dari desa Sumberwaru : Menyampaikan Bahwa tentang soal ini perampok akan bekerja sesuai profesinya dan ulama melakukan aktivitasnya kedua sahabat tersebut dapat menjadi sebuah tim. Dalam arti bisa saling mengisis satu sama lain dengan tujuan demi masyarakat. Nantinya agama yang akan menjadi tempat nasehat.
11.  Kesimpulan dari soal tersebut adalah bahwa menjadi  Tim Monitoringdan Tim Pengelola kegiatan harus tetap mengacu kepada prinsip PNPM Mandiri Perdesaan dengan  mengedepankan tujuan awal dan lebih mementingkan kebaikan bersama dari pada kepentingan pribadi
12.  Kemudian acara pelatihan ditutup dengan pembacaan Hamdalah

Pelatihan Tim Monitoring 2010
















1.      Acara dibuka oleh Ketua UPK dengan
pembacaan Basmalah


2.      Kemudian Ketua UPK mempersilahkan kepada
Bapak Pratama Selaku FT Kecamatan Banyuputih untuk Menyampaikan Materi
Pelatihan
Tim Monitoring.


3.     
Mengawali
presentasinya Bapak Pratama menyampaikan pengertian Pengawasan dan monitoring
maksud dan tujuan adanya Tim Monitoring di PNPM Mandiri Perdesaan




  • Bapak
    Pratama juga Menjelaskan
    tentang pentingnya pengawasan, pemantauan dalam pelaksanaan kegiatan di
    PNPM Mandiri Perdesaan.

  • Pengawasan
    dilakukan dengan tujuan memudahkan dan membantu TPK dalam hal evaluasi
    pelaksanaan baik yang berupa penarikan dana dan pengadaan bahan dan
    material.



·        
Menjelaskan
tentang tugas dan tanggung jawab sebagai Tim Monitoring


4.     
Bapak Pratama
juga menjelaskan tentang Tentang prinsip-Prinsip dalam pemantauan dan
pengawasan. (obyektif dan professional, transparan, Partisipatif, akuntabel,
berkesinambungan, berbasisi
Indikator kinerja, akurat)


5.     
Memabahas
tentang form audit dan pemeriksaan


6.     
Memaparkan
tentang form-form yang harus diisi oleh tim Monitoring


7.     
FT
mengharapkan ada kerjasama yang baik antara Tim Monitoring dan Tim Pengelola
Kegiatan, sehingga pembangunan yang diharapkan dapat terlaksanan dengan baik.


8.     
Tidak hanya
dilakukan Monitoring kepada TPK namun juga diadakan evaluasi dari hasil
monitoring.


9.     
Kemudian
Pelatihan dilanjutkan dengan diberikan soal bagi masing-masing Tim Monitoring


10.  Soal pelatihan tim monitoring


“ Pada saat bertemulah dua
orang sahabat lama, disuatu sisi dua sahabat berlainan karakter dan
pekerjaannya, yang satunya adalah ulama terkenal di daerahnya dan satunya lagi
adalah kepala kelompok perampok ” maka berjalan-jalanlah ke tempat biasa mereka
melakukan aktivitasnya masing-masing.


Apakah kira-kira yang dapat
anda simpulkan tentang mereka berdua ?


Dapatkah mereka berdua menjadi
sebuah tim?


  • Dari Tim Monitoring Banyuputih : menyampaikan
    Kedua sahabat itu adalah dua karakter yang berbeda, dan tetp berbeda dalam
    hal prinsip. Akan tetapi mungkin demi kebaikan bersama mereka dapat
    menjadi tim yang baik

  • Dari Tim Monitoring Sumberejo :
    menyampaikan bahwa ulama dan perampok dapat menjadi tim tentang soal
    keamanan daerah setempat.

  • Dari Tim Monitoring Sumberanyar :
    Sahabat adalah merupakanb ikatan kekeluargaan yang didasari oleh rasa
    saling mengerti, saling memahami dan salaing menerima, terlepas dari
    apapun keberadaan mereka masin-masing, maka arti dari sahabat adalah
    sebuah hubungan yang mulia. Dengan begiru maka tidak akan ada kendala jika
    mereaka menjadi sebuah tim dan berjalan seirama. Dan kalau boleh diambil
    contoh tentang sejarah Raden Mahtum Ibrahim seorang ulama besar menjadi guru
    dari Raden Said yang saat itu masih menjadi perampok. Dan kemudian mampu
    membawa raden said menjadi orang yang lebih baik, yang sekarang dikenal
    dengan sunan kalijogo.

  • Dari Tim Monitoring dari desa
    Sumberwaru : Menyampaikan Bahwa tentang soal ini perampok akan bekerja
    sesuai profesinya dan ulama melakukan aktivitasnya kedua sahabat tersebut
    dapat menjadi sebuah tim. Dalam arti bisa saling mengisis satu sama lain
    dengan tujuan demi masyarakat. Nantinya agama yang akan menjadi tempat
    nasehat.



11.  Kesimpulan
dari soal tersebut adalah bahwa menjadi 
Tim Monitoringdan Tim Pengelola kegiatan harus tetap mengacu kepada
prinsip PNPM Mandiri Perdesaan dengan 
mengedepankan tujuan awal dan lebih mementingkan kebaikan bersama dari
pada kepentingan pribadi


12.  Kemudian acara pelatihan ditutup dengan
pembacaan Hamdalah

Pelatihan TPK 2010


1.      Acara dibuka oleh Ketua UPK dengan pembacaan Basmalah
2.      Kemudian Ketua UPK mempersilahkan kepada Bapak Pratama Selaku FT Kecamatan Banyuputih untuk Menyampaikan Materi Pelatihan lanjutan.
3.      Bapak Pratama menyampaikan
4.      Bapak Pratama juga menjelaskan tentang  Tugas dan tanggung jawab menjadi Tim Pengelola Kegiatan
  • Secara umum TPK mengkoordinir pelaksanaan PNPM secara transparan
  • Membuat rencana kerja detail dan rencana penggunaan dana untuk memanfaatkan biaya pelaksanaan kegiatan
  • Penyampaian tugas-tugas masing-masing pengurus TPK. (ketua, sekretaris dan bendahara)
  • Kerja sama yang solid akan membentuk tim yang solid juga.  
5.      Menyampaikan informasi bahwa dana BLM untuk SPC 2  sudah di bank jatim, beberapa hal yang harus disiapkan dan dilaksanakan oleh TPK adalah:
  • Mengadakan rapat persiapan/pra pelaksanaan untuk membahas lebih lanjut tentang persiapan pembangunan yang akan dilaksanakan
  • Membahas tentang jadwal pelaksanaan kegiatan
  • Menyiapkan daftar calon pekerja
  • Mengadakan pelelangan untuk yang pembelian diatas 15 juta
  • Segera mengkoordinasikan tentang pernnyataan kesanggupan swadaya
6.      Bapak pratama kemudian melanjutkan materinya dengan menjelaskan administrasi-administrasi yang harus ada di desa/tujuh map. (Dokumen Perencanaan, Pengarsipan, Ketenagakerjaan, Bahan dan alat, Pertanggungjawaban dana, Pelaporan, dan transparansi)
7.      Menjelaskan secara detail tentang penyaluran dana ke desa dari penyusunan RPD sampai dengan MD Serah Terima
  • Menjelaskan tentang penyusunan RPD
  • Pembuatan LPD
  • Semua dana yang sudah digunakan dilakukan Musyawarah pertanggungjawaban 40% dan 80%
  • Pembentukan TP3 (Tim Pengelola Pemeliharaan Prasarana
  • Sertifikasi kegiatan
  • Musyawarah Desa Serah
  • Dan Penyusunan Laporan Akhir kegiatan
8.      Kemudian acara pelatihan diisi dengan permainan tebak gambar
·         Semua TPK dikumpulkan sesuai dengan desanya masing-masing
·         Adapun gambar sebagaimana terlampir.
·         TPK diminta untuk menjelaskan gambar dan menyimpulkannya.
·         TPK Banyuputih : Jika gambar diumpamakan sebagai TPK maka pada gambar pertama menunjukkan bahwa tim kompak semua dapat bekerja sama dengan baik. Gambar ke dua menunjukkan bahwa ketua tidak bekerja maunya bergantung pada sekretaris dan bendahara sedang bagian minta sama, gambar yang ke tiga dan ke empat sama bergantung kepada teman temannya bahkan tidak mau bekerja
·         TPK Sumberejo : Jika gambar diumpamakan sebagai TPK maka pada gambar pertama menunjukkan bahwa tim kompak semua dapat bekerja sama dengan baik. Gambar ke dua menunjukkan bahwa ketuanya nakal tidak mau bekerja hanya mau menangnya sendiri, berlagak seperti raja. gambar yang ke tiga dan ke empat sama berarti tim tersebut tidak solid
·         TPK Sumberanyar : kerjasama tim harus kompak dan harus dijaga dengan tanpa kerja sendiri-sendiri, demi mencapai tujuan bersama maka balok yang dipikul dijadikan sebagai sebagai penopang agar masalah yang dihadapi dapat tercapai dan semua pengurus bekerja sesuai dengan tupoksinya masing.
·         TPK Sumbewaru: Jika gambar diumpamakan sebagai TPK maka pada gambar pertama menunjukkan bahwa tim kompak semua dapat bekerja sama dengan baik. Gambar ke dua menunjukkan bahwa seorang ketua harus mampu membina sekretaris dan bendaharanya jika mengerjakan sesuatu dengan terburu-buru sehingga membuat kualitas bangunan kurang sempurna, demikian juga untuk sekretaris dan bendaharanya
·         TPK Wonorejo menyampaikan sama dengan yang disampikan oleh TPK sumberanyar
3.        Bapak Pratama menyampaikan Kesimpulan dari memaknai gambar tersebut adalah bahwa sebagai tim harus kompak dan solid. Hal itu diumpamakan kepada TPK jika salah satu personilnya tidak mampu bekerja secara maksimal maka pengurus yang lain harus bisa mengisi dan saling membantu. dan tidak mementingkan kepentingan pribadi sehingga dengan demikian dan enaknya sendiri. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Sehingga dengan demikian segala permasalahan yang terjadi di lapangan dapat bisa teratasi.
·         Menjelaskan tentang format daftar calon pekerja
·         Cara menyusun Rencana Penggunaan Dana, (RPD dibuat berdasarkan kebutuhan di lapangan)
·         Menjelaskan tentang cara memasukan transaksi di Buku Kas Umum
·         Format A dan format B
·         Buku material (kitir, catatan harian material)
·         Membuat Laporan Penggunaan Dana
·         Format laporan bulanan (Kemajuan fisik, biaya dan HOK)
·         Laporan Swadaya
·         Menjelaskan tentang MPJ 40 dan 80%
3.        Kemudian pelatihan dilanjutkan dengan praktek mengerjakan tugas sesuai dengan pelatihan yang sudah diberikan,ssoal sebagaiman terlampir
4.        Acara ditutup dengan pembacaan hamdalah

Pelatihan TPK 2010




















1.      Acara dibuka oleh Ketua UPK dengan pembacaan
Basmalah


2.      Kemudian Ketua UPK mempersilahkan kepada
Bapak Pratama Selaku FT Kecamatan Banyuputih untuk Menyampaikan Materi
Pelatihan
lanjutan.


3.     
Bapak Pratama menyampaikan


4.     
Bapak Pratama
juga menjelaskan tentang  Tugas dan
tanggung jawab menjadi Tim Pengelola Kegiatan



  • Secara
    umum TPK mengkoordinir pelaksanaan PNPM secara transparan

  • Membuat
    rencana kerja detail dan rencana penggunaan dana untuk memanfaatkan biaya
    pelaksanaan kegiatan

  • Penyampaian tugas-tugas masing-masing
    pengurus TPK. (ketua, sekretaris dan bendahara)

  • Kerja
    sama yang solid akan membentuk tim yang solid juga.  



5.      Menyampaikan
informasi bahwa dana BLM untuk SPC 2 
sudah di bank jatim, beberapa hal yang harus disiapkan dan dilaksanakan
oleh TPK adalah:


  • Mengadakan
    rapat persiapan/pra pelaksanaan untuk membahas lebih lanjut tentang
    persiapan pembangunan yang akan dilaksanakan

  • Membahas
    tentang jadwal pelaksanaan kegiatan

  • Menyiapkan
    daftar calon pekerja

  • Mengadakan
    pelelangan untuk yang pembelian diatas 15 juta

  • Segera
    mengkoordinasikan tentang pernnyataan kesanggupan swadaya



6.      Bapak
pratama kemudian melanjutkan materinya dengan menjelaskan
administrasi-administrasi yang harus ada di desa/tujuh map. (Dokumen
Perencanaan, Pengarsipan, Ketenagakerjaan, Bahan dan alat, Pertanggungjawaban
dana, Pelaporan, dan transparansi)


7.      Menjelaskan
secara detail tentang penyaluran dana ke desa dari penyusunan RPD sampai dengan
MD Serah Terima


  • Menjelaskan tentang penyusunan RPD

  • Pembuatan LPD

  • Semua dana yang sudah digunakan dilakukan
    Musyawarah pertanggungjawaban 40% dan 80%

  • Pembentukan TP3 (Tim Pengelola Pemeliharaan
    Prasarana

  • Sertifikasi kegiatan

  • Musyawarah Desa Serah

  • Dan Penyusunan Laporan Akhir kegiatan



8.      Kemudian
acara pelatihan diisi dengan permainan tebak gambar


·        
Semua TPK dikumpulkan sesuai dengan desanya
masing-masing


·        
Adapun gambar sebagaimana terlampir.


·        
TPK diminta untuk menjelaskan gambar dan
menyimpulkannya.


·        
TPK Banyuputih : Jika gambar diumpamakan sebagai
TPK maka pada gambar pertama menunjukkan bahwa tim kompak semua dapat bekerja
sama dengan baik. Gambar ke dua menunjukkan bahwa ketua tidak bekerja maunya
bergantung pada sekretaris dan bendahara sedang bagian minta sama, gambar yang
ke tiga dan ke empat sama bergantung kepada teman temannya bahkan tidak mau
bekerja


·        
TPK Sumberejo : Jika gambar diumpamakan sebagai
TPK maka pada gambar pertama menunjukkan bahwa tim kompak semua dapat bekerja
sama dengan baik. Gambar ke dua menunjukkan bahwa ketuanya nakal tidak mau
bekerja hanya mau menangnya sendiri, berlagak seperti raja. gambar yang ke tiga
dan ke empat sama berarti tim tersebut tidak solid


·        
TPK Sumberanyar : kerjasama tim harus kompak dan
harus dijaga dengan tanpa kerja sendiri-sendiri, demi mencapai tujuan bersama
maka balok yang dipikul dijadikan sebagai sebagai penopang agar masalah yang
dihadapi dapat tercapai dan semua pengurus bekerja sesuai dengan tupoksinya
masing.


·        
TPK Sumbewaru: Jika gambar diumpamakan sebagai
TPK maka pada gambar pertama menunjukkan bahwa tim kompak semua dapat bekerja
sama dengan baik. Gambar ke dua menunjukkan bahwa seorang ketua harus mampu
membina sekretaris dan bendaharanya jika mengerjakan sesuatu dengan
terburu-buru sehingga membuat kualitas bangunan kurang sempurna, demikian juga
untuk sekretaris dan bendaharanya


·        
TPK Wonorejo menyampaikan sama dengan yang
disampikan oleh TPK sumberanyar


3.       
Bapak Pratama menyampaikan Kesimpulan dari
memaknai gambar tersebut adalah bahwa sebagai tim harus kompak dan solid. Hal
itu diumpamakan kepada TPK jika salah satu personilnya tidak mampu bekerja
secara maksimal maka pengurus yang lain harus bisa mengisi dan saling membantu.
dan tidak mementingkan kepentingan pribadi sehingga dengan demikian dan enaknya
sendiri. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Sehingga dengan demikian
segala permasalahan yang terjadi di lapangan dapat bisa teratasi.


·        
Menjelaskan tentang format daftar calon pekerja


·        
Cara menyusun Rencana Penggunaan Dana, (RPD
dibuat berdasarkan kebutuhan di lapangan)


·        
Menjelaskan tentang cara memasukan transaksi di
Buku Kas Umum


·        
Format A dan format B


·        
Buku material (kitir, catatan harian material)


·        
Membuat Laporan Penggunaan Dana


·        
Format laporan bulanan (Kemajuan fisik, biaya
dan HOK)


·        
Laporan Swadaya


·        
Menjelaskan tentang MPJ 40 dan 80%


3.       
Kemudian pelatihan dilanjutkan dengan praktek
mengerjakan tugas sesuai dengan pelatihan yang sudah diberikan,ssoal sebagaiman
terlampir


4.       
Acara ditutup dengan pembacaan hamdalah