Tampilkan postingan dengan label Info Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kegiatan. Tampilkan semua postingan

UPK Kecamatan Dukung Sukseskan PNPM di Kaltim

SAMARINDA - Unit Pengelola Kegiatan (UPK) tingkat Kecamatan diharapkan dapat mendukung sukses penyelenggaraan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (MP) di Kaltim. Pasalnya, melalui dukungan UPK di kecamatan, program PNPM dinilai sukses, terutama sebagai penyalur dan pengelola kegiatan dana bantuan dari PNPM-MP di Kaltim.
UPK Kecamatan Dukung Sukseskan PNPM di Kaltim
UPK Kecamatan Dukung Sukseskan PNPM di Kaltim
"Karena itu, peran UPK di kecamatan sangat mendukung dalam mensukseskan penyelenggaraan pengembangan pembangunan perdesaan di Kaltim," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim, H Sofyan Helmi, Jumat (1/6).
Melalui UPK, diharapkan program PNPM-MP di Kaltim dapat berjalan sukses. Karena, selain UPK dipilih dan dibentuk langsung oleh masyarakat di kecamatan yang di SK-kan oleh Bupati, UPK juga sebagai pengelola dalam mensukseskan penyelenggaraan PNPM-MP.
Dari program yang telah disusun UPK, kemudian dengan manajemen yang baik, diharapkan sistem manajemen UPK dilaksanakan secara tertib, teratur dan terarah.
"Selanjutnya melalui UPK diharapkan adanya sistem kontrol dan dukungan penuh baik dari masyarakat maupun aparat pemerintah setempat serta sikap disiplin dan profesionalisme para pengurus. Diharapkan, hal ini memberikan dampak yang baik terhadap perkembangan UPK dan perkembangan pembangunan di masyarakat, terutama dalam pembangunan fisik dan non fisik," jelasnya.
Program yang diharapkan dapat didukung dan dikelola UPK agar sukses di masyarakat adalah adanya pengembangan usaha simpan pinjam khusus kelompok perempuan (SPP) pada program PNPM-MP hingga 2013.
Menurut dia, masyarakat menyatakan bahwa SPP perguliran sangat bermanfaat bagi peningkatan pendapatan kelompok perempuan yang memanfaatkan dana tersebut. Data 2012 jumlah kelompok perempuan yang telah memanfaatkan dana perguliran tersebut sebanyak 5.316 kelompok dari 10 kabupaten.
Sebagai contoh, UPK yang telah berhasil dalam pengelolaan dana PNPM-MP, yakni UPK Kota Bangun, Kutai Kartanegara. UPK Kota Bangun dinilai berhasil karena mampu mengelola dana bantuan PPK dan PNPM-MP dengan jumlah bantuan mencapai Rp9,715 miliar dari 2007-2011.
"Saat ini UPK tersebut mengelola dana bergulir untuk kegiatan simpan pinjam perempuan (SPP) yang anggotanya terdiri dari kaum perempuan. Total dana yang telah disalurkan selama lima periode dengan total Rp9,715 miliar," jelasnya.
Selain itu, UPK Kota Bangun juga memprogramkan pengelolaan dana bergulir atau kredit. Jenis kredit yang disalurkan kepada penerima manfaat adalah SPP. Jenis kredit ini termasuk kredit jangka pendek untuk jangka waktu kurang atau sama dengan 1 tahun.
Kredit yang diberikan kepada Kelompok SPP bertujuan untuk membiayai usaha yang dijalankan oleh kelompok atau anggota baik untuk peningkatan usaha atau produksi sebagai kredit modal kerja maupun investasi.
Mengenai perkembangan dana bergulir tersebut, yakni Dana bergulir dari PNPM baik modal awal maupun jumlah dana yang telah digulirkan (omzet) yang dikelola UPK Kota Bangun dari tahun ke tahun bertambah dengan tingkat pengembalian 99 persen dengan total dana awal simpan pinjam Rp1.715.200.000,- dana tersebut telah bertambah sebesar Rp616.000.000,- atau 19 persen berdasarkan Neraca 31 Desember 2011 sehingga total dana yang dikelola sebesar Rp2.331.299.000,- rata-rata dana perguliran setiap bulan mencapai Rp300 juta - Rp400 juta per bulan.
"Melihat contoh dari program yang dilakukan UPK Kota Bangun, diharapkan UPK di 10 kabupaten di Kaltim mampu mendukung pengembangan pembangunan masyarakat di daerah. Caranya, dengan sistem manajemen UPK yang dilaksanakan secara tertib, teratur dan terarah, sehingga program PNPM-MP di Kaltim berjalan sukses," harapnya.

158 Desa di Banyuasin Terima Dana PNPM-MP 2012

158 Desa di Banyuasin Terima Dana PNPM-MP 2012 Jumlah Desa dalam Kabupaten Banyuasin yang menjadi lokasi pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) pada tahun 2012 bertambah menjadi 158 Desa yang tersebar dalam 13 kecamatan. Sebelumnya, tahun 2011 hanya 151 desa/kelurahan dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuasin.
158 Desa di Banyuasin Terima Dana PNPM-MP 2012
158 Desa di Banyuasin Terima Dana PNPM-MP 2012

Kabid PMD Kelurahan Miswa, kepada Sripoku.com, Selasa (29/5/2012) menjelaskan, anggaran pengentasan kemiskinan pada tahun 2012 Kabupaten Banyuasin melalui program PNPM-MP sebesar Rp 23,3 miliar dengan rincian dari APBN Rp 20,9 miliar dan APBD Banyuasin Rp 818 juta.

"Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2011 sebesar Rp 18,7 miliar dari APBN dan Rp 4,6 miliar dari APBD," katanya.

Rincian desa/kelurahan lokasi PNPM-MP yakni Kecamatan Talangkelapa 9 desa, Rantaubayur 17 desa, Pulaurimau 17 desa, Banyuasin I 20 desa, dan Muaratelang 17 desa dengan dana PNPM masing-masing kecamatan Rp 3 miliar.

Kemudian Banyuasin III 8 desa, Betung 7 desa, Rambutan 15 desa, Makartijaya 12 desa, Banyuasin II 8 desa, dan Suaktapeh 9 desa dengan dana PNPM-MP masing-masing Rp 1,1 miliar. Untuk Muarapadang 11 desa Rp 800 juta dan Sembawa Rp 900 juta.

Banyuputih Membangun Desa ,sejahtera berkat PNPM Mandiri Perdesaan


Kecamatan Banyuputih Kabupaten Bondowoso Jawatimur,Membangun Desa ,masyarakatanya telah merasakan kesejahteraan  berkat adanya PNPM Mandiri Perdesaan disana,Demikian kami kutip berita ini dari situs Resmi UPK PNPM Banyuputih,yang merupakan salah satu Situs PNPM yang paling update dan paling sering dimaintenance.

Iklan Sponsor Kegiatan PNPM Banyuputih Bondowoso
Iklan Sponsor Kegiatan PNPM Banyuputih Bondowoso

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) merupakan program penanggulangan kemiskinan andalan pemerintah. Harus diakui, banyak hal telah diwujudkan berkat intervensi positif program ini.
Setidaknya, hal itu yang dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Banyuputih. Dampak PNPM MPd memang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, karena program ini menempatkan masyarakat sebagai subyek sekaligus obyek dalam pembangunan. Selain memberikan peningkatan kapasitas masyarakat serta dana stimulan untuk mendukung prasarana dan sarana dasar di perdesaan, PNPM MPd juga memfasilitasi kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat melalui Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP).
Di Kecamatan Banyuputih, kegiatan SPP telah berlangsung sejak 2007. Rata-rata 21,11% dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) terserap untuk mendanai kegiatan SPP. Artinya, dari Rp 11,5 milyar dana BLM, Rp 2,15 milyar digunakan untuk mendanai kegiatan ekonomi 236 kelompok yang terdiri atas 8.553 ibu-ibu. Jumlah pemanfaat SPP sangat banyak, karena ibu-ibu merasa bahwa akses pendanaan SPP mudah dan tanpa anggunan.
Meminjam dana SPP di PNPM gampang, hanya perlu KTP dan proposal. Yang menyusun proposal (adalah) kelompok. Jadi tidak repot. Bunganya ringan dan tak ada jaminan. Karena itu, saya selalu mengangsur tepat waktu, biar dapat terus dan (pinjaman berikutnya) lebih besar, kata Mak Wek, bukan nama sebenarnya, salah seorang pedagang dan pemanfaat SPP.
Tak sekadar diberi pinjaman modal, pengurus kelompok mendapatkan pelatihan di bidang administrasi, pembukuan, dan keuangan dari pengurus UPK. Hal ini dilakukan sebagai wujud pemberdayaan ekonomi yang dapat memercepat peningkatan kesejahteraan keluarga.
Mengenai hal itu, Ketua UPK M. Imam Taufiqurrahman mengatakan, “Kami dan segenap pelaku yang ada memang berupaya meningkatkan pelayanan kepada kelompok, termasuk dengan memberikan pelatihan. Pada akhirnya, langkah tersebut akan bermuara pada pengembalian pinjaman yang baik. Terbukti, rata-rata pengembalian SPP selama tiga tahun terakhir di atas 96%.”
Hingga kini, aset produktif masyarakat sebagai dampak pengembalian SPP itu telah mencapai Rp 2,9 milyar. Surplus ditahannya telah mencapai Rp 580 juta. Bahkan melalui dana surplus tersebut, masyarakat telah mampu mendanai pembangunan 3 unit MCK dan plesterisasi rumah tak layak huni sejumlah 2 unit.
Selain SPP, melalui PNPM MPd masyarakat telah memiliki aset berupa 41 bangunan sarana-prasarana (sapras), yang terdiri atas 20 bangunan sapras pendidikan (gedung sekolah) dan 21 bangunan sapras umum(jembatan, jalan desa, saluran irigasi, dan TPT). Dengan pembangunan pelbagai sapras tersebut, masyarakat berpotensi meningkatkan kualitas hidupnya. Mereka semakin mudah dalam mengakses transportasi, pendidikan, dan sebagainya.
Apa yang sudah diberikan oleh PNPM MPd ini sangat baik sekali, baik SPP atau fisik. Tinggal bagaimana kita sebagai masyarakat mampu menjaga kelestarian keduanya, sehingga manfaat PNPM MPd terus dapat bisa dinikmati oleh masyarakat,” kata Camat Banyuputih Drs. Imam Gazali.
Pendapat camat tersebut diamini oleh PjOK Banyuputih Moch. Mahfudi. “Ke depan, semoga PNPM MPd tetap terus ada di Kecamatan Banyuputih. Karena, walaupun perlahan, namun keberadaan PNPM MPd mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat  di perdesaan,” pungkasnya.

Pelatihan Lanjutan Advokasi Hukum dan CBM

Pelatihan Advokasi Hukum dan Comunity Base Monitoring (CBM) PNPM Mandiri Perdesaan Kab. Takalar dilaksanakan di Hotel Delta , Makassar pada tanggal 13 s/d 15 Januari 2012, yang dihadiri oleh sekitar 94 peserta yang terdiri unsur BKAD, BP-UPK, TPK, KPMD, Setrawan Kecamatan, Setrawan Kabupaten, Tim Monitoring dan PL.
Pelatihan Lanjutan Advokasi Hukum dan CBM
Pelatihan Lanjutan Advokasi Hukum dan CBM

Acara pelatihan ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Pemda Takalar Bapak Drs. Ridwan Rachim, M.Si, dalam sambutannya mengharapkan agar peserta pelatihan dapat mengimplementasikan hasil pelatihan dalam pelaksanaan kegiatan PNPM mandiri Perdesaan di wilayahnya masing-masing.

Adapun materi pelatihan ini adalah Implementasi Penanganan Masalah PNPM dibawakan oleh Ka BPMD Kab. Takalar Drs. Nawir Majjaga, M.Si, Refleksi Implementasi SOP Penanganan Masalah dibawakan oleh Faskab Takalar Ir. Suryadarma, Sosialisasi dan implementasi UU anti Korupsi oleh Prof. Dr. Ramli Hambali, SH, MH dan Refleksi Implementasi CBM oleh FasTkab. Takalar Ir. Agung Wijayanto serta Implementasi Penanganan Kasus Kegiatan PNPM oleh Kasat Reskrim Polres Takalar.

Kegiatan ini dilaksakan oleh Pokja Ruang Belajar masyarakat (RBM) PNPM Mandiri Perdesaan Kab. Takalar kegiatan ini, merupakan kegiatan lanjutan dari pelatihan dasar yang telah dilaksanakan pada bulan Nopember 2011.

Forum Untuk Pelaku PNPM Bangka Belitung

Forum Untuk Pelaku PNPM Bangka Belitung -Setelah dua malam melakukan pengembaraan, dengan melakukan pencarian sampai dengan finalisasi konten dan fitur, akhirnya selesai juga niatan membuat sebuah Forum Diskusi PNPM Mandiri Perkotaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebuah media untuk berkomunikasi antar pelaku melalui fasilitas online, diharapkan mampu menjadi sarana efektif membentuk sebuah forum diskusi. Ide ini muncul dari adanya fasilitas Forum di web p2kp.org sebagai induk web PNPM Mandiri Perkotaan di pusat sono tuh. Juga dari Tenaga Ahli yang memberikan komentar di blognya KMW 2 Babel tentang kemungkinan dibuatkannya sebuah fasilitas forum. Namun apa yang ada disini masih jauh dari kesempurnaan karena masih mengandalkan layanan gratisan. Yah, Forum Diskusi itu ada di http://pnpmbabel.indonesianforum.net.

Meskipun gratisan, kita berupaya mensettingnya semaksimal mungkin untuk memudahkan pengunjung memberikan kontribusinya. Untuk memulainya bisa melalui blog yang sederhana ini atau bisa langsung mengunjunginya di http://pnpmbabel.indonesianforum.net. Karena masih dalam tahap rancangan awal, tentunya masih terdapat kekurangan di beberapa bagiannya. Dan hal itu akan bisa terus diperbaiki, selama masih diberikan waktu oleh Tuhan untuk terus belajar.

Media Forum Bangka Belitung ini juga sebagai kenang-kenangan dari saya, yang saya persembahkan khusus untuk kawan-kawan keluarga besar PNPM Mandiri Perkotaan KMW 2 Bangka Belitung, karena sudah sebulan ini saya telah resmi berpisah dari institusi tersebut (baca; KWM 2 Babel). Semoga persembahan sederhana ini bisa bermanfaat dan digunakan secara baik. Tidak sebagai tempat menghujat, memprovokasi, bicara pornografi ataupun SARA, lebih-lebih sebagai media "menjilat". Hehehe... Namun sebagai media diskusi yang positif, yang mampu memberikan sumbangsih motivasi dan keakraban layaknya keluarga, guna mendukung pelaksanaan program bagi kaum "papa".

Akhirnya, dengan segala kekurangan dan kelemahan manusia kerdil ini, semoga Forum PNPM Mandiri Perkotaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini dapat bermanfaat. Oya... untuk pengelolaan user Admin, siapapun nanti, saya bersedia memberikan panduannya. Terimakasih kawan-kawan....

Dicari Pengelola Blog PNPM Muntok

Dicari Pengelola Blog PNPM Muntok- Blog PNPM Mandiri Perkotaan Kecamatan Muntok selama hampir satu tahun memberikan konten kegiatan PNPM di Muntok. Selama itu pula pengelolaan blog yang masih memanfaatkan blogspot sebagai fitur layanan gratis menjadi alternative dengan adanya keterbatasan anggaran untuk membuat web hosting sendiri. Tim Muntok sebagai pengelola selama ini telah berupaya memberikan yang terbaik berkenaan dengan informasi kegiatan yang telah dilakukan di tataran masyarakat maupun konsultan.

Namun begitu seiring perjalanan waktu, tim pengelola mohon ijin mengundurkan diri dari hingar bingar pemberdayaan. Sehingga secara langsung akan berakibat pada perjalanan blog PNPM Muntok ini. Oleh karena itu, kami bermaksud mengundang beberapa pihak, utamanya yang bersentuhan langsung dengan PNPM Mandiri Perkotaan untuk berkenan menjadi pengelola selanjutnya. Sayang jika blog ini dibiarkan menganggur. Setidaknya keberlanjutan pengelolaan mampu menjadi jembatan informasi khususnya pelaksanaan PNPM di Muntok, dan umumnya bagi kegiatan pemberdayaan.

Secara Pagerank, blog ini telah dihargai google dengan ranking 1 semenjak resmi diluncurkan setahun lalu. Meskipun begitu dengan sering update artikel kedepan, saya yakin akan mampu lebih baik di mata google. Kemudian Google Index Page nya telah mencapai 28 dari beberapa artikel yang ada. Yahoo pun juga telah memberikan backlink sebanyak 19. Dan dalam pencarian keyword PNPM Muntok, blog ini menduduki peringkat pertama di search engine sekelas google. Dan yang lebih membanggakan blog ini juga telah memperoleh backlink tetap dari www.p2kp.org sebagai induk web PNPM Mandiri Perkotaan di pusat sana. Meskipun secara personal blog ini masih belum banyak yang mengenal, tetapi saya yakin dengan pengelolaan selanjutnya, blog ini mampu dikenal di kalangan luas. Dan yang lebih penting bisa bermanfaat bagi pelaku PNPM Mandiri Perkotaan.

Untuk itu, artikel pembuka “Dicari Pengelola Blog PNPM Muntok” sungguh sangat kami harapkan demi keberlanjutan media informasi ini. Siapapun bisa menjadi pengelola. Mulai dari Tim Faskel, Jajaran Koorkot Bangka, bahkan Jajaran KWM Babel. Bagi yang berkenan dan berminat, bisa menghubungi kami di timmuntok@yahoo.co.id.

Untuk panduan, nantinya kami selaku pengelola awal, akan memberikan panduan lengkapnya. Mulai dari memulai sampai dengan posting artikel bahkan custominasi template yang relevan dengan perkembangan teknologi blog. Kami juga akan menyediakan waktu baik online ataupun offline untuk berkomunikasi tentang blog ini.

Sekali lagi, saya selaku pengelola blog PNPM Muntok memohon maaf jika selama bergabung di KMW Babel terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan. Dan akhirnya saya sangat menunggu siapapun yang bersedia melanjutkan untuk mengelola blog PNPM Muntok ini.

Peningkatan Kapasitas Melalui Pelatihan Forum LKM (Hari Ke 2)

Peningkatan Kapasitas Melalui Pelatihan Forum LKM - Jika di hari pertama kemarin, menghadirkan pemateri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Pihak Kecamatan Muntok, pelaksanaan pelatihan di hari kedua ini menghadirkan pemateri dai Bappeda dan BRI. Namun karena suatu hal, pihak BRI tidak bisa hadir dan sebagai penggantinya pihak KMW Pangkalpinang yang akan memberikan materi nantinya.

Diawali dari review materi di hari pertama, peserta diajak mengingat kembali apa yang disampaikan pihak PPK Kabupaten Bangka Barat dan Ibu Camat sebagai pemateri pentingnya membangun forum LKM dan peran lurah/kades dalam penanggulangan kemiskinan. Masing-masing peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan kembali apa inti pokok materi kemarin.


Pelatihan Hari KeduaPemandu : Ibu Elyna Bappeda

Jam 09.00 WIB, dilanjutkan materi tentang mekanisme perencanaan pembangunan daerah oleh perwakilan Bappeda Kabupaten Bangka Barat (Kasubid Sosial Budaya – Elyna Rilnamora P, S.Pt). Dalam penyampaiannya beliau mengulas bagaimana mekanisme perencanaan pembangunan dalam hal ini musrenbang dari tingkatan desa/kelurahan sampai dengan Kabupaten. Mulai dari penyusunan RPJM Desa/Kelurahan, penyusunan RKP Desa/kelurahan dan musrenbang desa/kelurahan berdasarkan kebutuhan dan permasalahan yang ada di desa/kelurahan. Selanjutnya ditingkatan kecamatan dilakukan penyusunan Renstra yang keluarannya di musrenbang kecamatan. Sementara di tingkatan Kabupaten terdapat dua dokumen yakni Renstra SKPD dan RPJM Kabupaten. Renstra SKPD sebagai dasar penyusunan Renja SKPD yang sebelumnya dibahas dalam Forum SKPD Kabupaten. Dan RPJM Kabupaten untuk proses penyusunan APBD Kabupaten yang sebelumnya di awali dari musrenbang dan RKP Kabupaten. Sesi pertama ditutup setelah terjadi diskusi dengan peserta dan dilanjutkan lagi setelah rehat.

Pemandu : Ibu Elyna BappedaPemandu : Ibu Elyna BappedaPemandu : Ibu Elyna BappedaPemandu : Ibu Elyna Bappeda

Sesi kedua, Ibu Elyna Rilnamora P, S.Pt menyampaikan tahapan siklus proyek dalam kaitannya perencanaan dalam penanggulangan kemiskinan. Dalam sesi kedua ini, terjadi dialog dengan peserta pelatihan yang membuat suasana begitu hidup dan bukan satu arah. Kondisi seperti inilah yang diharapkan, terjadi proses dialogis antara peserta dengan pemandu/pemateri yang dipandu oleh seorang moderator.

Tepat pukul 12.00 WIB materi tentang perencanaan pembangunan daerah selesai, dan setelah istirahat akan dilanjutkan dengan materi kemitraan dan lobby serta noegosiasi. Seyogyanya yang menyampaikan materi ini adalah pihak BRI, namun sayang tidak dapat hadir karena sesuatu hal. Sehingga materi tersebut dibawakan oleh Ibu Lutfah Mukaromah dari KWM Provinsi. Pada materi ini peserta diajak berpikir mengapa LKM harus melakukan kemitraan dengan pihak lain. Kemudian siapa saja yang bisa diajak bermitra oleh LKM. Di sesi inilah peserta terlihat antusias meskipun telah menjelang sore. Juga terjadi dialog atau diskusi selain dilakukan simulasi tentang bagaimana melakukan lobby dan negosiasi. Adalah Pak Darul yang didaulat sebagai contoh simulasi untuk melakukan lobby.

Kemitraan, Lobby dan Negosiasi : Lutfah MukaromahKemitraan, Lobby dan Negosiasi : Lutfah MukaromahKemitraan, Lobby dan Negosiasi : Lutfah MukaromahSimulasi Kemitraan, Lobby dan Negosiasi

Pukul 15.30 WIB seluruh materi, diskusi dan simulasi telah selesai. Kegiatan selanjutnya adalah penutupan, namun sebelumnya, Pak Darul sebagai panitia pelaksana menyampaikan laporan keuangan kepada peserta sebagai keterbukaan dengan sesama anggota forum LKM. Dan laporan keuangan disampaikan oleh Ibu Ella sebagai bendahara panitia. Meskipun peserta tidak memperoleh uang saku, namun semangat dalam mengikuti pelatihan selama dua hari ini akan dijadikan sebagai tonggak untuk terus menggelorakan semangat perubahan seperti dalam RKTL yang telah disusun sebelum acara penutupan ini.

Dikarenakan pihak kecamatan tidak ditempat karena hari libur, maka serangkaian kegiatan pelatihan selama dua hari ini ditutup secara resmi oleh Pak Helmi Azhari selaku Koordinator Forum LKM. Dan dilanjutkan doa serta foto bersama.

Laporan Keuangan Panitia PelaksanaFoto Bersama

Itulah serangkaian kegiatan pelatihan Forum Komunikasi Antar LKM yang dilaksanakan di Kantor Camat Muntok selama dua hari ini. Semoga saja, dilain kesempatan kegiatan ini bisa berlanjut, dan semangat dalam diri Forum LKM untuk terus menggelorakan semangat dalam diri mereka patut diberi apresiasi.

Peningkatan Kapasitas Melalui Pelatihan Forum LKM (Hari Ke 1)

Peningkatan Kapasitas Melalui Pelatihan Forum LKM  Wadah jaringan antar Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) di Kecamatan Muntok berupa Forum Komunikasi Antar LKM (FKA-LKM) yang bersifat fungsional, koordinatif, non partisan, pengambilan keputusan kolektif dan non profit. Forum LKM sebagai forum rembug LKM yang sama-sama peduli dengan upaya untuk memperkuat kapasitas dan daya tawar masyarakat miskin (grassroot) demi terwujudnya upaya-upaya penanggulangan kemiskinan yang mandiri, berbasis masyarakat dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan hal itu, telah dilaksanakan pelatihan Forum LKM selama dua hari, 28 – 29 Juni 2011 di Aula Kecamatan Muntok, dengan mengambil tema “Melalui Pelatihan Forum LKM, Kita Tingkatkan Peran LKM Dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan Secara Berkelanjutan dan Bersinergi”. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat Visi Forum LKM yaitu terwujudnya keberlanjutan (sustainability) LKM-LKM yang ada di Kecamatan Muntok, khususnya dalam hal terwujudnya kemampuan/kapasitas LKM agar mampu menyelenggarakan pembangunan dan upaya penanggulangan kemiskinan di tingkat lokal yang bersih, mandiri serta berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai PNPM Mandiri Perkotaan.


Pembukaan Pelatihan FKA LKMPelatihan hari Pertama

Pelatihan yang dimulai pukul 08.00 WIB diawali dengan laporan dari Pak Darul sebagai Ketua Panitia Pelaksana. Kegiatan ini memang memberdayakan LKM langsung sebagai panitia pelaksananya. Sedangkan tataran konsultan hanya berperan sebagai penyeimbang dan pendamping. Dalam sambutannya beliau menyampaikan awal pembentukan panitia sampai dengan pelaksanan kegiatan hari ini (Selasa, 28 Juni 2011, red). Setelah itu, dilanjutkan sambutan dari Koordinator Forum LKM Pak Helmi Azhari, bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan penajaman dari pengetahuan yang telah LKM peroleh sebelumnya.

Peningkatan Kapasitas Melalui Pelatihan Forum LKM Untuk membuka acara pelatihan secara resmi, seyogyanya Ibu Camat. Namun karena ada agenda lain, maka diwakilkan kepada Bapak Binsar Situmorang. Sebelum membuka kegiatan ini, beliau menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat telah berjalan cukup lama yang sama tema hanya berbeda dalam polanya. Beliau juga menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat berawal dari dua kondisi, alami dan buatan karena kondisi. Alami membutuhkan bantuan langsung sedangkan buatan karena kondisi tidak membutuhkan bantuan langsung namun butuh pendampingan. Jangan sampai terjebak bahwa semuanya akan selesai dengan bantuan. Mereka butuh penyadaran dan baru masuk dalam peng-kapasitas-an. Beliau juga menyambut baik adanya pelatihan ini khususnya dalam memboboti LKM sebagai lembaga amanah warga. Silahkan masyarakat yang berperan, jika bukan kita siapa lagi, begitu pesan beliau sampai akhirnya membuka secara resmi kegiatan pelatihan Forum LKM ini.

Pelatihan hari PertamaPemandu : Pak Novaroly (PPK Bangka Barat)Pemandu : Pak Novaroly (PPK Bangka Barat)Diskusi dengan Peserta

Di sesi selanjutnya adalah penyampaian materi dari Dinas Pekerjaan Umum, yang dalam hal ini PPK Kabupaten Bangka Barat Pak Novaroly, ST. Beliau menyampaikan pentingnya membagun forum LKM sebagai media rembug LKM-LKM yang ada di Kecamatan Muntok. Selain itu, perlu melakukan kerjasama antar LKM agar arah kegiatan yang dibangun sesuai dengan kondisi yang ada di masing-masing kelurahan/desa dalam pengorganisasian masyarakat.

Pelatihan yang menggunakan metode pendidikan orang dewasa ini dibarengi dengan diskusi antara pemandu dengan peserta. Jadi tidak hanya satu arah melainkan terjadi suasana aktif diantara peserta dalam mengikuti pelatihan. Begitu pula saat Pak Novaroly menyampaikan materi, juga terjadi diskusi antar peserta sebagai media sharing pengalaman dan informasi dari masing-masing pihak. Materi pertama berakhir saat istirahat tepat pukul 12.15 WIB.

Pemandu : Ibu Camat MuntokPemandu : Ibu Camat MuntokPemandu : Ibu Camat MuntokDiskusi dengan Peserta

Pukul 13.15 WIB dilanjutkan materi selanjutnya dari Ibu Camat Muntok yang menyampaikan tentang peran Lurah/Kades dalam penanggulangan kemiskinan yang diharapkan mampu menjadi penyeimbang peran LKM dalam perumusan perencanaan serta koordinasi di tingkatan desa/kelurahan. Kemiskinan dipandang perlu untuk segera diselesaikan, namun kriteria kemiskinan ini yang harus dicermati. Karena criteria kemiskinan disuatu daerah akan sangat berbeda dengan daerah lainnya. Beliau mencontohkan kondisi di Jawa yang tentu berbeda dengan kondisi di Muntok ini. Selain itu beliau juga mengajak diskusi dengan peserta bagaimana pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan yang ada di masing-masing desa/kelurahan di Kecamatan Muntok

Pelatihan di hari pertama, ditutup pada jam 16.00 WIB dan akan dilanjutkan keesokan harinya dengan pemateri yang Insya Allah dari Bappeda dan BRI. Kita ingin ketiga elemen yaitu Pemerintah, Swasta dan masyarakat menjadi satu kesatuan dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan khususnya di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat.

PNPM Mandiri Gelar Workshop dan DOK RBM

PNPM Mandiri Gelar Workshop dan DOK RBM
PNPM Mandiri Gelar Workshop dan DOK RBM
PNPM Mandiri Gelar Workshop dan DOK RBM Dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan UPK yang bertugas di wilayah kecamatan terutama dalam hal pelaporan keuangan dalam pelaksanaan program nasional pemberdyaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-Mandiri) dilangsungkan kegiatan work shop, sehingga dapat meminimalisir penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di tingkat kecamatan dalam hal pengelolaan dana PNPM mandiri perdesaan.

Kepala BPMDes dan KB Salampak melalui Kabid Pemberdayaan Guanhin baru-baru ini mengatakan, tujuan utama pelaksanaan kegiatan tersebut bukan semata untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para UPK yang ada di wilayah kecamatan untuk menyusun pelaporan keuangan, namun lebih menitik beratkan untuk memberikan pemahaman kepada para petugas agar selalu berhati-hati dalam pengelolaan dana tersebut, sebab dalam hal pengelolaan dana tersebut para petugas di kecamatan selalu diwanti-wanti baik oleh pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten melalui BPMDes dan KB.

“Kita berharap dalam pengelolaan dana tersebut dapat digunakan sesuai dengan sasaran sesuai dengan apa yang telah deprogram kan oleh pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten, sehingga tepat sasaran baik untuk pembangunan maupun simpan pinjam perempuan (SPP), sehingga dapat menyentuh kepetingan masyarakat yang ada di wilayah pedesaan, sesuai dengan tujuan program PNPM dalam rangka untuk menanggulangi tingkat kemiskinan di pedesaan maupun di daerah, sehingga dalam setiap tahun angka kemiskinan terus menurun,”beber Guanhin.

PNPM Mandiri Gelar Workshop dan DOK RBM Sementara itu SPTR PNPM Mandiri Perdesaan Rademan dalam kesempatan yang sama menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan salah satu ruang untuk mengakomodir berbagai masalah dan kendala yang terjadi di tengah masyarakat, sehingga dalam program PNPM Mandiri Perdesaan tersedia ruang belajar masyarakat (RBM), sehingga dalam kegiatan work shop juga akan dibentuk kelompok kerja (Pokja) yang bertugas untuk menyaring dan menampung berbagai masukan yang disampaikan masyarakat, sehingga menjadi salah satu bahan evaluasi dalam pelaksanaan program PNPM Mandiri Perdesaan ini,” pungkasnya

Menyiapkan suatu lembaga/organisasi agar mandiri

Menyiapkan suatu lembaga/organisasi agar mandiri
Menyiapkan suatu lembaga/organisasi agar mandiri
Menyiapkan suatu lembaga/organisasi agar mandiri memang memerlukan proses dan waktu yang cukup. Perlu pengorbanan dan dukungan dari berbagi pihak untuk dapat merealisasikannya. Apalagi lembaga yang sifatnya kerelawanan dan keswadayaan yang tidak berorientasi terhadap profit (profit oriented). Seperti halnya Lembaga Keswadayaan Masyarakat yang telah terbentuk di lokasi PNPM Mandiri Perkotaan wilayah Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat. Lembaga yang terbentuk atas dasar kerelawanan dan keswadayaan ini, memerlukan dukungan untuk bisa tetap eksis menjalankan amanah masyarakat. Karena salah satu fungsi LKM adalah sebagai lembaga amanah yang akan mengartikulasikan aspirasi masyarakat dalam mengatasi masalah kemiskinan dan pembangunan secara terpadu di wilayahnya.

Untuk menuju kearah sana, telah terbentuk suatu komunitas, yaitu Forum Komunikasi Lembaga Keswadayaan Masyarakat (FK-LKM) sebagai media komunikasi antar LKM se Kecamatan Muntok di dalam bersama-sama menjalankan amanah penanggulangan kemiskinan. Ruang silaturahmi antar anggota di dalam bertukar informasi dan pengetahuan diharapkan mampu menjadi pengikat jiwa sesama anggota untuk terus mengobarkan semangat kerelawanan, selanjutnya sebagai jembatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak.

Sabtu, 4 Juni 2011, Pertemuan Rutin Bulanan FK LKM mengambil tema “Bisakah LKM Melakukan Channeling atau Kemitraan Dengan Pihak Lain?”. Tema ini diangkat mengingat pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam hal penanggulangan kemiskinan dilihat harus melibatkan berbagai pihak peduli. Baik itu tataran Pemerintah Daerah, Perusahaan, Dinas/Instansi, Swasta dan lembaga lainnya yang merasa peduli dengan keberadaan LKM dan masyarakat miskin. Proses penanggulangan kemiskinan yang hanya bertumpu pada salah satu elemen saja dianggap kurang berjalan efektif di dalam mempercepat proses penanggulangan kemiskinan itu sendiri.

Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) telah memiliki berbagai perencanaan hasil dari pemetaan di masing-masing wilayah desa/kelurahan, yang kesemuanya merupakan kebutuhan riil masyarakat miskin. LKM juga telah teruji kerelawanannya untuk mengemban dan mengorganisir masyarakat dengan dampingan fasilitator. Ini sebuah peluang bagi beberapa pihak yang peduli dengan upaya penanggulangan kemiskinan untuk memberdayakan LKM sebagai mitra. Siapa yang akan ikut berperan serta bersama LKM? Andakah Yang Kami Cari?

Koordinator FK LKM, Helmi Azhari mengatakan, LKM akan mencoba mencari bapak angkat dengan melakukan kemitraan/channeling dengan pihak lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan, berdasarkan data yang telah ada di LKM. Semoga saja hal ini dapat terwujud. Mambangun kemitraan dengan pihak lain. Sekali lagi, Andakah Yang Kami Cari?

kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat,

Kegiatan PNPM Bangka Belitung Barat
Kegiatan PNPM Bangka Belitung Barat
Salah satu kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat, adalah pinjaman bergulir yang bertujuan memberikan akses pinjaman guna meningkatkan ekonomi rumah tangga masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang selama ini selalu tersisihkan di dalam memperoleh akses pinjaman ke lembaga keuangan formal. Akses pinjaman yang dikelola oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) melalui gugus fungsi Unit Pengelola Keuangan (UPK), saat ini hanya diperbolehkan untuk kelompok masyarakat dan bukan individu atau perorangan.

Dalam perjalanannya, telah terdapat beberapa kelompok masyarakat yang memanfaatkan pinjaman bergulir ini untuk tambahan modal usaha, dengan sistem angsuran per bulan dan jasa yang ditetapkan oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) mengikuti perkembangan pasar. Rata-rata jasa pinjaman tidak lebih dari 1,5%, dikarenakan yang menjadi sasaran utama adalah masyarakat menengah ke bawah agar mampu meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga nya.

Sabtu, 28 Mei 2011, Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Amanah di Kelurahan Sungai Baru Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat, mengadakan rembug dengan agenda pembentukan tim penagih untuk meningkatkan pengembalian pinjaman bergulir. Tim ini terdiri atas pengurus Unit Pengelola Keuangan (UPK), Dewan Pengawas dan beberapa anggota LKM, yang bertugas menjaga pengembalian pinjaman bergulir ini tetap stabil dan mengalami peningkatan agar masyarakat lainnya dapat memanfaatkan dana pinjaman.

Koordinator LKM Amanah, Darul Qudni, SPd mengatakan, tim yang mulai bertugas 1 Juni 2011 kedepan, akan menginvetarisir nama-nama peminjam, selanjutnya akan melakukan kunjungan berkala guna menjalin kontak person dan ikatan psikologis, bahwa dana ini bukan milik perorangan, tetapi hak masyarakat banyak, yang bermanfaat untuk peningkatan perekonomian keluarga. Sehingga kedepan, kegiatan yang merupakan pondasi awal untuk memperoleh akses keuangan perbankan ini, bisa berjalan secara berkelanjutan dan bisa berkembang di dalam melayani masyarakat Kelurahan Sungai Baru.

Selain itu, LKM Amanah juga akan berusaha merangkul beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama, untuk saling mengingatkan, bahwa suatu pinjaman adalah mutlak dikembalikan. Yang namanya pinjaman pertanggungjawabannya akan sampai di akhirat kelak. Semoga dengan dibentuknya tim penagih, pengembalian pinjaman bergulir bisa terus meningkat, agar dapat terus melayani masyarakat, khususnya menengah kebawah.

PPK Bangka Barat Kunjungi Sungai Daeng


PPK Bangka Barat Kunjungi Sungai Daeng Dalam upaya mendekatkan pihak pemerintah daerah dengan masyarakat (baca;LKM), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan kunjungan ke salah satu lokasi PNPM Mandiri Perkotaan wilayah Kabupaten Bangka Barat, yakni di Kelurahan Sungai Daeng Kecamatan Muntok.

Kunjungan dengan agenda diskusi sebagai alat silaturahmi dan monitoring, di fokuskan di Sekretariat LKM Lestari Kelurahan Sungai Daeng, Jumat, 27 Mei 2011. Pak Novaroli, ST (PPK Kabupaten Bangka Barat, red), tiba di Sekretariat LKM pukul 14.00 WIB. Kunjungan yang rencananya melibatkan juga Satker, namun tidak bisa terpenuhi dikarenakan Satker Kabupaten tengah menghadiri rapat. Sehingga hanya PPK yang dapat hadir dalam kunjungan ini.

Pak Ngadiyo, selaku LKM didampingi dengan UPL, Pak Amad Kardi, menyampaikan capaian pelaksanaan kegiatan khususnya kegiatan Tahun Anggaran 2010, yang saat ini telah selesai dilaksanakan, dan kedepan LKM memerlukan bimbingan untuk dapat mengusulkan kebutuhan masyarakat kepada pihak lainnya, selain dari dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan.

Dalam kesempatan itu, Pak Novaroli menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan akses manfaat kepada masyarakat miskin sebagai sasaran program PNPM Mandiri Perkotaan. Beliau mengatakan, "Saya masih baru Pak, menggantikan PPK yang lama, jadi masih belajar juga bagaimana PNPM Mandiri Perkotaan".

"Namun kami ingin mengetahui sejauh mana kegiatan yang dilaksanakan dan rencana apa saja yang dibuat oleh masyarakat. Jangan sampai ketika Pemda telah membuat perencanaan kegiatan, pihak LKM juga membuat perencanaan. Akhirnya tidak ada sinergi yang menyebabkan terjadinya tumpang tindih kegiatan. Yang terpenting, kita terus melakukan koordinasi, dan jika dibutuhkan kami siap memberikan saran dan masukan." lanjut beliau.

Dalam kesempatan itu juga, Pak Amad Kardi sebagai UPL menyampaikan apakah sebagai LKM bisa meminjam alat dari PU untuk membantu kegiatan di masyarakat. Khususnya dalam kegiatan perataan tanah yang membutuhkan alat berat?

"Silakan saja Pak, buat pengajuan ditujukan kepada Kepala Dinas. Asal alat kita masih stand by, Insya Allah bisa dibantu. Jangan sampai minta bantuannya pas alat kita sedang dipakai dalam masa-masa sibuk mengerjakan proyek." imbuh Pak Novaroli.

Dikarenakan ada beberapa hal yang harus beliau lakukan di kantor, maka kunjungan lapangan ini baru sebatas diskusi, dan belum melihat hasil kegiatan fisik di lapangan. Semoga saja kedepan, kunjungan seperti ini bisa tetap berlanjut dan memberikan suntikan motivasi kepada masyarakat. Amiin..

Terimakasih Pak Novaroli atas kunjungannya, kebahagiaan tak terkira bagi LKM yang telah mendapat kunjungan untuk kali pertamanya dari PPK Kabupaten. Dan setelah ini, LKM akan menyusun rencana kegiatan agar bisa memaksimalkan pelaksanaan kegiatan di masyarakat.

Forum LKM : Bagaimana Bisa Bermitra Dengan Pihak Lain?

Bagaimana Bisa LKM bisa Bermitra Dengan Pihak Lain? Itu yang menjadi agenda pembahasan pertemuan Forum LKM se Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat, Minggu 8 Mei 2011 yang lalu. Pertemuan rutin Forum LKM yang telah disepakati saat terbentuk 16 Januari 2011 kemarin, adalah pertemuan rutin tiap bulannya, dengan agenda pembahasan disesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini wilayah dampingan.

Kembali lagi soal bermitra tadi, issu yang sangat membahana, yang telah terlintas beberapa bulan yang lalu, terutama saat pertemuan bulan kemarin dengan bahasan kegiatan sosial berkelanjutan yang arahnya akan dibawa kemana. Dari sini, muncul issu bagaimana jika LKM bermitra dengan pihak lain?

Sebuah tantangan tentunya bagi kita sebagai pendamping. Bagaimana merancang bentuk dan model serta mekanisme bermitra dengan pihak lain ini. Karena selama ini, hal tersebut hanya sebatas wacana dan belum ada aplikasinya. Disisi lain, pembekalan akan senjata kita sebagai pendamping pun masih terlalu dangkal untuk sampai kearah situ. Hhhmmm, lagi-lagi tantangan sobat.

Saat masyarakat telah terlintas keinginan untuk maju, kita pun sebagai pendamping juga harus ada keinginan untuk belajar dan maju. Mengimbangi dinamika yang terjadi di masyarakat. Bukankah itu yang diharapkan dari pendampingan tadi. Bisa menyesuaikan dengan situasi dan mau belajar untuk lebih baik. Idealnya sih seperti itu. Namun bicara ideal adalah hal paling sulit saat ini. Apalagi ada sedikit mosi tidak percaya akibat provokasi karena perubahan komposisi pendamping kemarin. Lagi-lagi ini menjadi kendala non teknis yang berujung pada psikologis seseorang.

Karena disadari atau tidak, perubahan tersebut akan berdampak signifikan terhadap aras yang ingin dibangun. Perang kepentingan dan emosi jiwa akan selalu mewarnai perjalanan ini sebagai bentuk ketidakpuasan salah satu pihak. Yah, semestinya hal tersebut tidak terjadi saat di tengah masyarakat ada keinginan untuk maju. Tapi, apapaun itu, life must go on.

Dalam pertemuan Forum LKM tersebut, disepakati setiap desa/kelurahan akan mengadakan rembug untuk menentukan kegiatan yang akan dijadikan andalan bermitra dengan pihak lain. Entah apapun bentuknya, yang jelas ada manfaat bagi masyarakat secara umum. Dan pada pertemuan berikutnya, akan dilakukan pembahasan lagi, untuk kemudian di dokumentasikan dalam bentuk proposal dan Forum LKM akan menjembatani untuk membawa kepada pihak yang merasa peduli dengan keberadaan masyarakat miskin.

Disamping itu, pada pertemuan Forum LKM ini juga dibagikan Bulletin Warta SETASON edisi pertama, sebagai media informasi dan komunikasi antar LKM. Bulletin yang diterbitkan oleh Tim Bangka Barat ini Insya Allah akan terbit secara berkala guna menyambung informasi terkini. Semoga saja bisa kawan....!!!!