Menyiapkan suatu lembaga/organisasi agar mandiri
![]() |
Menyiapkan suatu lembaga/organisasi agar mandiri |
Untuk menuju kearah sana, telah terbentuk suatu komunitas, yaitu Forum Komunikasi Lembaga Keswadayaan Masyarakat (FK-LKM) sebagai media komunikasi antar LKM se Kecamatan Muntok di dalam bersama-sama menjalankan amanah penanggulangan kemiskinan. Ruang silaturahmi antar anggota di dalam bertukar informasi dan pengetahuan diharapkan mampu menjadi pengikat jiwa sesama anggota untuk terus mengobarkan semangat kerelawanan, selanjutnya sebagai jembatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak.
Sabtu, 4 Juni 2011, Pertemuan Rutin Bulanan FK LKM mengambil tema “Bisakah LKM Melakukan Channeling atau Kemitraan Dengan Pihak Lain?”. Tema ini diangkat mengingat pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam hal penanggulangan kemiskinan dilihat harus melibatkan berbagai pihak peduli. Baik itu tataran Pemerintah Daerah, Perusahaan, Dinas/Instansi, Swasta dan lembaga lainnya yang merasa peduli dengan keberadaan LKM dan masyarakat miskin. Proses penanggulangan kemiskinan yang hanya bertumpu pada salah satu elemen saja dianggap kurang berjalan efektif di dalam mempercepat proses penanggulangan kemiskinan itu sendiri.
Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) telah memiliki berbagai perencanaan hasil dari pemetaan di masing-masing wilayah desa/kelurahan, yang kesemuanya merupakan kebutuhan riil masyarakat miskin. LKM juga telah teruji kerelawanannya untuk mengemban dan mengorganisir masyarakat dengan dampingan fasilitator. Ini sebuah peluang bagi beberapa pihak yang peduli dengan upaya penanggulangan kemiskinan untuk memberdayakan LKM sebagai mitra. Siapa yang akan ikut berperan serta bersama LKM? Andakah Yang Kami Cari?
Koordinator FK LKM, Helmi Azhari mengatakan, LKM akan mencoba mencari bapak angkat dengan melakukan kemitraan/channeling dengan pihak lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan, berdasarkan data yang telah ada di LKM. Semoga saja hal ini dapat terwujud. Mambangun kemitraan dengan pihak lain. Sekali lagi, Andakah Yang Kami Cari?
0 komentar:
Posting Komentar