Kripik Bayam dan Kripik Kentang dari Kec. Pakis


Kripik Kentang

Kripik Bayam













Dari sekian banyak pemanfaat yang masuk dalam binaan UPK Pakis ada 2 pemanfaat yang menonjol dari sisi kegiatannya. 
Salah satu profil yang ditampilkan disini salah satunya adalah Ibu Kaseni. Beliau terkenal dilingkungannya sebagai pembuat kripik bayam yang sudah cukup dikenal. Dengan bahan yang sederhana ternyata bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. 
Bagi orang awam, bayam mungkin hanya bisa dijadikan sayur sehari-hari. Ternyata bayam jenis Bayam Rowo yang bentuk daunnya lebar bisa dijadikan sebuah camilan yang cukup mahal. 
Bu Kaseni memasarkan produknya di swalayan atau toko koperasi disekitar kota Malang. Produk itupun dibuat sesuai pesanan, mengingat pembuatannya ternyata tidak sesederhana yang dikira. Seperti kripik bayam yang sudah selesai digoreng ternyata masih harus ditiriskan dalam mika beralas kertas selama 3 hari baru bisa dikemas. Disisi lain dengan harga yang cukup mahal ini menjadikan Ibu Kaseni tidak menitipkan hasil produknya ini ditoko atau warung-warung kecil karena harganya yang tidak mungkin terjangkau warga sekitar.
Meski demikian dengan pangsa pasar yang menengah keatas ini, sudah cukup bagi Ibu kaseni dengan kripik bayamnya ini  untuk menambah penghasilan sehari-hari. 
Anda tertarik ? Kripik bayam ini dikemas dalam kemasan berbeda dengan harga kisaran Rp. 8.000,- sampai Rp. 36.000,-. Jika anda memesan kripik bayam ini dalam jumlah besar, mau tidak mau anda harus memesan jauh-jauh hari agar tidak kecewa. mengingat Ibu Kaseni tidak pernah membuat stok kripik di rumah.


 

 =========================================================================



Satu lagi profil pemanfaat yang kreatif dari Kec. Pakis adalah Ibu Endang. Meski sudah sepuh akan tetapi semangat untuk maju dan berkembang tidak kalah dengan yang lain. Bu Endang ini dikenal sebagai pembuat kripik kentang yang handal dan terkenal di Pakis. 
Untuk membuat kripik kentang yang berkualitas, beliau hanya menggunakan bahan baku kentang jenis tertentu agar hasilnya tidak mengecewakan. Kripik kentang Bu Endng tidak menggunakan pemutih buatan atau perenyah kue. Dalam satu kali produksi Bu Endang menghabiskan sekitar 30 kg kentang. 
Awalnya  produk kripik kentang ini hanya dipasarkan dengan cara dititipkan ke toko-toko disekitar perumahan. Dari situlah kemudian dari mulut ke mulut pelanggan mulai datang ke rumah Bu Endang untuk memesan langsung terutama ketika pelanggan itu mau pulang kampung untuk oleh-oleh.

Bu Endang juga tidak mempunyai stok barang dagangan setiap harinya di rumah. Saat ini pengiriman ke toko-toko tetap dilakukan.  Untuk menjamin kwalitas kripiknya, setiap kali pelanggan yang datang langsung dan ingin memesan kripiknya beliau harus menggoreng terlebih dahulu sesuai dengan jumlah pesanan. Untuk   1 kg kripik, pelanggan minimal harus menunggu 2 jam sebelum bisa membawa pulang kripik merk "ISRI" ini. Kripik Kentang ini dijual dengan kisaran harga   Rp. 5.000,- sampai Rp. 90.000,- / Kg





















1 komentar:

  1. Ide Bisnis Kreatif.. btw.. apa pernah ada uji coba penirisan minyak keripik bayam dengan mesin Spinner? hasilnya bagaimana? apa ada saran agar tidak hancur saat di spinner?
    mampir ke gubug mesin ane gan http://saranamesin.blogspot.com
    http://pelapakmesin.blogspot.com nuwus hebak

    BalasHapus